16 Februari 2009

APPRECIATION

Menjelang Valetine’s Day, pasti banyak kegiatan yang dipersiapkan di berbagai tempat, termasuk TK tempat aku mengajar. Sebagai salah satu guru Play group di sekolah ini, aku dipilih menjadi PIC acara Valentine untuk anak Play group 2. Acara valentine ini akan diadakan di sebuah cake shop yang menspesialisasikan dirinya pada coklat.

Singkat cerita, semua persiapan saya lakukan dengan maksimal. Sampai menjelang hari H, saya diingatkan oleh leader saya, untuk membuat sebuah Appreciation, sebagai ucapan terimakasih kepada cake shop itu karena sudah menerima kami. Appreciation tersebut biasanya berupa semacam piagam atau sertifikat yang nantinya akan dibingkai.

Karena saya sangat menyadari keahlian cowok saya di bidang grafis, datanglah saya kepadanya. Saya minta dibuatkan appreciation itu. “Mau yang gimana?” tanya cowok saya. “Terserah. Pokoknya aku mau yang simpel tapi terlihat elegan. Oya, tapi kesan kiddy nya ga boleh ilang lho. Ini kan acara anak playgroup,” kata saya. Cowok saya menyanggupi permintaan saya.

Satu malam berlalu, appreciation itu belum jadi juga. Padahal besok adalah hari H. Akhirnya saya telpon dia. Inilah percakapan kami di telepon:
Saya (S) : Udah jadi belum?
Cowok saya (C): Belum?
S : Lho... gimana si?
C : Iya... ini juga lagi dibuat.
S : Udalah...ga usah yang aneh-aneh. Biasa aja gitu lho, ndut. Sat set sat set! Langsung jadi. Cepet kan.
C : Loh! Kamu ni gimana si? Namanya juga appreciation. Itu kan berarti bagaimana kita meng-appreciate seseorang. Masak mau dibuat asal-asalan. Harus dibuat sungguh-sungguh dong.
S : Ya...ya...ya... Ya, udah terserah.


Setelah pembicaraan di telepon selesai, saya pun mulai memikirkan apa yang diucapkan cowok saya itu.

Keesokan harinya, di sekolah, appreciation itu dilihat oleh beberapa atasan saya. Ya, ini memang harus dilakukan sebelum diberikan kepada pihak yang akan menerima. Jadi semacam filterisasi untuk memastikan bahwa nantinya ‘ga ada yang malu-maluin’. Saya tidak menyangka akan mendengar komentar-komentar seperti apa yang diucapkan oleh setiap orang yang melihatnya. Inilah beberapa komentar yang saya dengar:
• “Wah... indahnya...”
• “Bagus kok. No revise from me. It’s OK.”
• “Ya udah... langsung dicetak aja.”
• “Keren.”
• “I love it. You can print it soon.”
• “Apik, rek!”
• “Bikin sendiri, Ms. Lian? Bagus ya...”

So... dari peristiwa itu, inilah Lesson Learn yang saya dapat:
- Appreciation itu adalah apresiasi yang kita berikan pada seseorang yang menurut kita telah memberikan sesuatu yang sangat berharga buat kita. Jadi, (seperti kata cowok saya) appreciation haruslah dinyatakan tulus dari dalam hati kita, dibuat dengan sungguh-sungguh. Ada nilai ketulusan dan kesungguhan di dalam sebuah appreciation. Jangan pernah mengatakan sesuatu sebagai sebuah appreciation kalau itu bukan sesuatu yang datang secara tulus dari dalam hati kita. Appreciation juga tidak pernah mengharapkan balasan. Pujian atau balasan positif yang kita peroleh setelah appreciation itu kita berikan hanyalah sebuah BONUS yang tidak mutlak sifatnya.

- Now, look at our self. How we appreciate our parents? How we appreciate someone who loves us? Have we appreciated them correctly? Are they really got a proper appreciation? They, who already give us loves every single day even when we were sleeping, deserve to get a highest appreciation from us.

- Bagaimana dengan appreciation kepada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita sekejap pun? Sudahkah IA mendapatkan appreciation yang memang seharusnya IA dapatkan? Atau bahkan selama ini kita tidak merasa bahwa IA layak mendapatkannya?

Thank you for reading... :)

FYI... cowok saya itu menerima jasa design grafis segala macam produk. Clothing product, company profile, photography project, 3D modeling & animation, 3D for presentation, 3D bumper, 3D for product promotion, package design, certificate, calendar, poster/banner, and any other graphic design.
Further information, please contact sanny. Thank you.
(For Surabaya only.)


written by: Lyani Sihombing

4 komentar:

  1. hahahaha....numpang pasang iklan...
    :P

    BalasHapus
  2. sapa itu nama "cowok saya" ????!!!!!?? yang jelas donk !! undangan nikah juga bisa pesan sm "cowok saya" kah ?????????



    wkwkwkwkwwkkwkwkwkk....

    BalasHapus
  3. to: Anonymous
    ya...boleh lah skalian....

    to: nuninknangningnung
    Khristian Adivianto, bu...
    ya boleh jg...boleh...
    ;D

    BalasHapus
  4. ini memang blog serbaguna :)

    BalasHapus