22 Mei 2009

don't jusk ask why

kemaren aku dan seorang teman beribadah di GDI, di ambasador-kuningan. Bagian yg aku suka dari khotbah waktu itu adalah statement ini: don't just always ask GOD why, but ask "what should i do, GOD?"

ilustrasi sederhana yg digunakan begini:
misalnya kita lagi ada di rumah, trus mati lampu. OK, awalnya kita akan bertanya, "kok mati lampu? kenapa?". Tapi hanya terus bertanya kenapa, kenapa, dan kenapa tidak akan pernah menyalakan kembali lampu itu. Hanya bertanya kenapa, ga bakal bikin kita bisa ngeliat jalan untuk bisa nyalain lampu itu. Nyalakanlah lilin, jadi kita bisa ngeliat jalan... dan akhirnya lampu nyala lagi.

dan begitulah hidup. Banyak hal terjadi diluar kemauan kita, banyak juga yg menanggapinya dengan negatip. Emosi ga jelas lah, nyalahin Tuhan lah, nyalahin orang lain lah, bunuh diri lah... yg semuanya diikuti sambil terus bertanya, "kenapa Tuhan, kenapa? kenapa begini? kenapa aku? kenapa bukan dia? kenapa?" Pada akhirnya itu semua ga bakal ngasi solusi. Jalan keluar ga bakal kliatan.

Lebih baik sikapi dgn positip. Bertanyalah, "apa yg harus kulakukan, Tuhan?" Maka lilin itu akan menyala, dan jalan keluar mulai terlihat. So it's better to ask "what should i do, GOD?" than just always ask WHY...

have a nice day, everyone :)

2 komentar:

  1. seeep!!
    about a month ago...my vice principal also told us about it.
    STOP asking, just follow the BIG plan ;)

    BalasHapus
  2. weww... gereja duta injili ya san :D
    -dify-

    BalasHapus