11 November 2009

Kartu Kredit

Satu saat di awal bulan, seperti biasa, aku belanja di sebuah supermarket yang sangat di kenal namanya di Indonesia. Ya, belanja bulanan. Jadi, waktu itu belanjaanku memang agak banyak. Aku berdiri di depan kasir. Seperti biasa juga, aku bayar dengan karu debet Niagaku. Sambil menunggu si kasir yang lagi ngurusin kartu debetku, datanglah seorang SPG (ya...something like that) dengan dempul tebal, lipstik pink cerah, dan riasan mata yang berlebihan (in my opinion). Dia tersenyum (kurang) manis padaku.

Inilah percakapan yang terjadi antara aku dan si SPG itu.
SPG: “Maaf, kakak sudah punya kartu anggota –nama supermarket- ?”
Aku: “Belum”
SPG: “Buat aja, Kak.”
Aku: “Gimana caranya?
SPG: “Kakak punya kartu kredit?”
Aku: “Nggak.”

Tiba-tiba aja, si SPG berdempul tebal itu diam dengan muka bodoh di depan mataku. Mata membesar, bibir dengan lipstik pink cerah yang terbuka, diam tanpa kata-kata, sambil menatap aku untuk beberapa saat (I swear it was the stupidest face that i ever saw). Yah, mungkin akhirnya dia menyadari kalau aku “terpesona” dengan wajah bodohnya itu. Dia mulai berkedip dan menutup bibir pink cerahnya itu.

SPG: “Kakak sudah kerja kan?” (What the h***??? What kind of question is it?!?!?)
Aku: “Sudah.” (with a very clear voice)
SPG: “Kerja di mana?”
Aku: “Saya guru.”
SPG: “Ada slip gaji?”
Aku: “Ya ada dong, Mbak...”
SPG: “Yah, pakai itu juga bisa kok, sama KTP.”
Aku: “Tapi KTP saya bukan KTP Surabaya.”
SPG: “Bisa kok. Gapapa. Tapi kakak ga punya kartu kredit ya...”
Aku: “Iya, soalnya saya ga suka pakai kartu kredit. Saya lebih suka debet.”
SPG: “Ooo... gitu ya... Kartu member ini prinsipnya juga sama seperti kartu kredit.”
Aku: “Wah, maaf kalo gitu. Saya ga tertarik.”

Si SPG pergi meninggalkan saya dan mencari “korban” selanjutnya.

Kejadian ini membuat saya bertanya-tanya. Inilah daftar pertanyaan yang berputar di kepala saya:
  1. Apa kartu kredit menjadi barang wajib bagi orang yang sudah bekerja?
  2. Apa orang yang sudah bekerja dicirikan dengan memiliki kartu kredit?
  3. Apa saya ini digolongkan dalam kumpulan orang aneh di dunia ini karena ga punya kartu kredit? Atau memang dunia ini yang udah aneh dengan “mewajibkan” orang untuk memiliki kartu kredit?
  4. Kartu kredit untuk belanja keperluan bulanan? Saya rasa kok berlebihan ya... Toh, untuk dipakai setiap hari... Masa keperluan sehari-hari aja pakai barang-barang kreditan??
  5. The last question is... “Sejak kapan saya nikah dengan abangmu?” (Sorry, it’s aimed for the pink lip SPG only) 
Thank you for reading... :)

written by: Lyani Sihombing

2 komentar:

  1. wkwkwk!
    1+2. ga
    3. dunia ini yg sdh aneh
    4. ya kalo belanja keluarga ny emang berlebihan... hihihi!
    5. aneh, org sby biasanya ngomong "mbak".. bkn "kakak"

    BalasHapus
  2. komen buat no.5: hero, centro, matahari mpe di emperan malioboro pun pake makenya KAKAK ...ihhhh ga bgt! :D :D

    BalasHapus