24 Desember 2011

nyata VS maya

Waktu tahun baru 2011 dulu, salah satu doa saya adalah: "kehidupan yg lebih banyak di dunia nyata daripada di dunia maya." Resolusi kalo kata banyak orang.
HAHAHAHAHA! Karena sepanjang 2010, karena satu dan lain hal *halahhh, rasa-rasanya saya lebih banyak hidup di dunia maya... which is not good of course. Kenapa ga bagus? Ya iyalahhh.. Dunia maya itu ada kan cuma untuk membantu apa yang ada di dunia nyata. MEMBANTU, bukan untuk menggantikan. Jadi ketika kehidupan di dunia maya justru lebih banyak, buat saya berarti ada yg salah. Ceilehhh, berat ya bahasaku.. wkwkwkwk!

Waktu itu saya juga ga tau sebenarnya mau ngapain buat mewujudkan doa yang rada ga jelas itu. Tapi ternyata, cukup banyak hal terjadi yang memang bikin saya ga terlalu banyak lagi beredar di dunia maya, mulai dari tempat kerja baru yang emang ga bebas nge-net sampe kembali mengejar impian yang tertunda. Dan makin kebelakang malah makin jarang, termasuk nulis di blog ini. Dan rasanya menyenangkan buat kembali lebih banyak ada di dunia nyata. Seperti mantan bos saya pernah bilang, "sentuhan atau emosi manusia itu ga akan bisa digantikan sama technology."

Dan dari semua hal-hal itu, ketemu teman lama secara real adalah salah satu yg paling menyenangkan. Seperti katanya sinterklas yang di pilem polar express barusan, "persahabatan adalah kado terindah."
Anyway, this is Christmas. I wish you a beautiful blessed happy merry Christmas, everyone! God bless us :)

1 komentar:

  1. Betull, dunia nyata itu penting..
    makanya nobar!!
    jgn serba maya..
    cari cowo yg virtual jg :P

    BalasHapus