31 Januari 2017

Sonnenstudio

Di Indonesia yang namanya whitening lotion banyak dijual dimana-mana. Kenapa? Karena orang-orang kurang puas dengan warna kulit masing-masing, jadi maunya punya warna kulit yang terang seperti artis-artis korea atau minimal kayak kebanyakan orang manado. Atau bisa juga karena cukup ingin menjaga warna kulit. Sekedar body lotion saja rasanya kurang cukup, lebih disukai kalau ada efek pemutihnya juga. "Biar ga gosong", begitu kira-kira kata kebanyakan orang Indonesia.

Nah itu di Indonesia, kalau di Jerman bagaimana? Body lotion banyak tersedia juga. Sun block untuk musim panas juga ada. Tapi saya belum pernah liat yang sekalian pemutih juga disini. Kenapa? Ya jelas lah, karena kebanyakan orang di Jerman kulitnya sudah terang jadi yang namanya whitening lotion bisa dipastikan tidak laku dijual. Yang bisa laku dijual di Jerman adalah.... jreng jreng jreeeeng... bisnis penggelap kulit!

Sebenarnya di Indonesia juga ada tempat-tempat untuk tanning, tapi setahu saya tidak banyak dan tidak umum. Kalau di Jerman ada yang namanya Sonnenstudio, tempat dimana orang-orang bisa menggelapkan kulitnya. Kalau diartikan ke bahasa Indonesia, Sonnenstudio artinya Studio Matahari. Mungkin tempat kayak begini laku karena orang-orang tetap bisa menggelapkan kulitnya kapan saja mereka mau, satu hal yang susah dilakukan kalau harus nunggu musim panas. Juga bisa lebih dikendalikan mau segelap apa jadinya, satu hal yang susah juga kalau bergantung pada matahari di musim panas.
Salah satu Sonnenstudio di Stuttgart.

Ya begitulah manusia. Dimana-mana sama saja, sama-sama tidak pernah puas. Saya pikir sifat ini dimanapun sama, entah itu di Asia, Eropa, Afrika, atau manapun lah. Dan saya sih yakin juga kalau banyak orang sudah tahu akan hal ini, ya termasuk saya. Tapi lucunya saya sampai sekarang masih suka geli (atau kaget, atau takjub) kalau melihat hal-hal yang mengeksploitasi (entah kata apa yg bisa lebih tepat) sifat dasar ini.

Tapi di sisi lain, saya jadi belajar untuk lebih bersyukur dan puas dengan keadaan saya sekarang. Bersyukur punya rambut warna hitam dan tebal. Walaupun susah diatur dan lama dikeringkan kalau habis keramas dan ribet kalau potong rambut sendiri, tapi selalu ada aja yang bilang, "rambutmu bagus ya, aku pengen banget punya rambut kayak kamu". Dan lucunya, terkadang yang ngomong justru orang-orang yang rambutnya aku pengen punya... Bersyukur juga jadi orang asia dengan tinggi badan yang tak seberapa, karena selalu disangka muda belia sehingga jadi terpacu untuk selalu menjaga kesehatan biar awet muda betulan... Tidak ada yang salah sama pakai krim pemutih atau ke studio tanning atau ganti warna rambut atau semacamnya. Itu semua pilihan. Tapi ingat, yang lebih penting adalah bersyukur dengan keadaan yang sudah ada dan menjaga kesehatan. Salam olahraga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar